Your label here

About Us

PageView

Sparkline

FISIKA NEWS

Dan Fisika Tak Sesusah Itu

Misteri

Topics :

Tahukah Kamu

Translate

Populer

  • Temuan Gas Murni Dukung Kebenaran Teori Big Bang
      Astronom berhasil menemukan gas yang terbentuk pada menit-menit pertama setelah Big Bang, kejadian yang kemudian dipercaya me...
  • Molekul Pendingin Ditemukan di Atmosfer Bumi
    Sebuah molekul baru yang dapat membantu menghasilkan efek pendinginan, telah terdeteksi di atmosfer bumi. Namun, men...
  • Temuan Neutrino Tak Menghancurkan Teori Relativitas
    Penemuan partikel neutrino yang bergerak melebihi kecepatan cahaya menjadi topik hangat di kalangan fisikawan dunia dalam bebera...
  • Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW
    Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengu...
  • Lupakan Fisika yang Penuh Rumus!
        Fisika akan lebih menyenangkan dan tidak terlupakan jika dilakukan dengan banyak melakukan berbagai eksperimen. Seba...
  • Astronom Indonesia Temukan Tata Surya Tertua
      Johny Setiawan, astronom Indonesia, beserta astronom Eropa berhasil menemukan tata surya tertua. Dunia baru tersebut...
  • Ilmuwan Memunculkan Cahaya dari Ruang Hampa
    Nilai utama dari eksperimen ini adalah, hal ini meningkatkan pemahaman kita tentang konsep fisik dasar, seperti...
  • Para Ilmuan Mendemonstrasikan Logika Kuantum Serat
      Sebuah tim fisikawan dan insinyur berhasil menunjukkan logika kuantum serat, dimana satu foton dibuat dan digunakan unt...
  • Inilah Rahasia Ilmu Fisika di Dunia Sepeda
    Teori ‘giroskop’ stabilitas sepeda dilebih-lebihkan selama 40 tahun oleh fisikawan David Jones. Sejak itu, pe...
  • Ditemukan, Titik Beku Air yang Sebenarnya
    Berapa temperatur yang dibutuhkan air agar membeku? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Valeria Molinero dari University of Utah dan d...

Follower

Archive

  • ▼  2012 (10)
    • ▼  April (10)
      • Lupakan Fisika yang Penuh Rumus!
      • Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra R...
      • Temuan Gas Murni Dukung Kebenaran Teori Big Bang
      • Ditemukan, Titik Beku Air yang Sebenarnya
      • Temuan Neutrino Tak Menghancurkan Teori Relativitas
      • Para Ilmuan Mendemonstrasikan Logika Kuantum Serat
      • Ilmuwan Memunculkan Cahaya dari Ruang Hampa
      • Molekul Pendingin Ditemukan di Atmosfer Bumi
      • Astronom Indonesia Temukan Tata Surya Tertua
      • Inilah Rahasia Ilmu Fisika di Dunia Sepeda

Top 10

  • Beranda


Penemuan partikel neutrino yang bergerak melebihi kecepatan cahaya menjadi topik hangat di kalangan fisikawan dunia dalam beberapa bulan terakhir karena dianggap dapat meruntuhkan Teori Relativitas Albert Einstein. Lebih dari 100 tahun lampau, Einstein menyatakan tak ada yang bisa bergerak lebih cepat daripada cahaya.
Tak semua fisikawan menerima temuan para peneliti di CERN, laboratorium fisika terbesar dunia itu. Puluhan ahli mengemukakan berbagai sanggahan akan eksperimen ini. Pantur Silaban, profesor fisika dari Institut Teknologi Bandung, juga meragukan penemuan itu.
Menurut pria berusia 74 tahun ini, terlalu awal untuk menyatakan bahwa hasil eksperimen itu adalah valid. Terlihat dari pernyataan fisikawan eksperimental yang meminta ahli memeriksa ulang temuan mereka.
"Temuan ini masih jauh dari final," kata dia saat ditemui di kampus ITB, Bandung, akhir pekan lalu. Fisikawan pertama di Asia Tenggara ini percaya teori relativitas tak serta merta hancur oleh temuan partikel superluminal ini.
Einstein sebenarnya juga telah memprediksi keberadaan benda yang sanggup bergerak melebihi kecepatan cahaya, yang disebutnya tachyon. Neutrino sendiri bukan barang baru dalam dunia fisika. Partikel bermassa sangat kecil ini diformulasikan oleh Wolfgang Pauli pada tahun 1930. Namun memang baru kali ini terdapat indikasi bahwa neutrino bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Fisikawan ITB lainnya, Freddy Permana Zen mengatakan, partikel yang bergerak melebihi kecepatan cahaya memiliki dunia yang berbeda dengan yang dialami manusia sehari-hari. Pada dunia superluminal, sebab-akibat menjadi kabur. "Akibat bisa mendahului sebab," kata Freddy.
Jika temuan neutrino yang bergerak melebihi kecepatan cahaya dikonfirmasi, Pantur menilai akan ada beberapa koreksi pada teori relativitas tanpa harus menghancurkan teori tersebut. Hal serupa pernah terjadi pada awal abad ke-20, ketika Einstein mengkoreksi teori gravitasi Isaac Newton yang ditemukan sekitar 2,5 abad sebelumnya.
“Kenyataannya hingga sekarang Hukum Newton masih dipakai untuk menjelaskan fenomena alam,” kata fisikawan yang mempelajari teori relativitas dari lembaga yang diinisiatif oleh Albert Einstein ini.
Sumber : Tempo, 8 November 2011
Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments

footerwidget1

footerwidget2

footerwidget3

More on this category »

footerwidget4